Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Presiden Joko Widodo mencoba sepeda motor listrik produksi PT Wijaya Manufakturing, Rabu (7/11)./JIBI - BISNIS/Yodie Herdiyan
Lihat Foto
Premium

Ramai-Ramai Startup hingga Taipan Masuk Bisnis Motor Listrik

Bisnis kendaraan listrik, seperti motor listrik menjadi daya tarik tersendiri bagi startup maupun korporasi besar di Indonesia untuk berinvestasi.
Tim Bisnis Indonesia
Tim Bisnis Indonesia - Bisnis.com
10 November 2021 | 15:32 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Perkembangan industri global yang makin mengarah ke industri hijau, membuat sejumlah perusahaan rintisan (startup), maupun perusahaan 'old money' dan taipan beramai-ramai masuk ke bisnis ramah lingkungan. Bisnis sepeda motor listrik menjadi salah satu yang disasar.

Hal itu tampak dari ramainya aksi korporasi perusahaan Indonesia, baik dalam bentuk dukungan pendanaan, penyaluran pinjaman maupun pendirian entitas usaha baru di sektor kendaraan listrik.

Dalam hal investasi dan pendanaan kendaraan listrik, terdapat dua nama perusahaan asal Indonesia yang ikut serta.

Pertama, adalah GoTo Group yang merupakan entitas hasil merger Gojek dan Tokopedia. Kedua, perusahaan modal ventura milik Djarum Group yakni GDP Venture.

Adapun, sebelumnya, Gojek menyatakan rencananya untuk memperluas pemanfaatan kendaraan listrik melalui uji coba komersial. Dalam hal ini, Gojek bekerjasama dengan Pertamina untuk penerapan skema battery swap pada motor listrik Gesit dan Gogoro.

Guna memuluskan hal tersebut Gojek telah mengumumkan kolaborasi strategis dengan Gogoro yang mencakup dua bidang kerja sama utama.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top