Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. - Antara
Lihat Foto
Premium

Geliat Investasi di Tengah Tekanan Varia Delta

Eskalasi kasus Covid-19 di Indonesia yang dipicu oleh varian Delta pada pertengahan tahun ini telah memperlambat kinerja investasi di kuartal III/2021.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com
30 Oktober 2021 | 16:48 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Eskalasi kasus Covid-19 di Indonesia yang dipicu oleh varian Delta pada pertengahan tahun ini telah memperlambat kinerja investasi di kuartal III/2021.

Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi pada periode tersebut sebesar Rp216,7 triliun, terkontraksi -2,8 persen secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq), lebih rendah dari kuartal II/2021 sebesar Rp223 triliun.

Namun secara tahunan, nilai investasi pada kuartal III/2021 tumbuh sebesar 3,7 persen (year-on-year/yoy), lebih tinggi dari kuartal III/2021 sebesar Rp209 triliun.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengakui bahwa pembatasan kegiatan masyarakat dan mobilitas sebagai konsekuensi dari kenaikan kasus Covid-19 berdampak pada kinerja investasi pada kuartal ketiga tahun ini.

Seperti diketahui, pemerintah mulai memperketat kegiatan dan mobilitas masyarakat sejak Juli 2021 dengan memperkenalkan mekanisme PPKM Darurat Jawa-Bali, dan melanjutkannya dengan PPKM level 3-4 hampir di seluruh wilayah di Indonesia hingga Agustus 2021.Hal itu turut memengaruhi berjalannya kegiatan ekonomi, termasuk investasi.

“Kuartal ketiga adalah kuartal terberat, sebab kita menghadapi pandemi Covid-19. Luar biasa kenaikannya mulai Agustus itu,” ujar Bahlil pada konferensi pers, Rabu (27/10/2021).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top