Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Pekerja menurunkan muatan kargo dari pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 143 setibanya di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Rabu (2/9/2020). - ANTARA FOTO/Ampelsa
Lihat Foto
Premium

Awan Terang Pelita Mengudara & Perfect Storm untuk Garuda (GIAA)

Pemerintah sebagai pemegang saham GIAA diminta menjelaskan ke investor publik mengenai rencana perusahaan ke depan.
Anitana Widya Puspa, Rinaldi Mohammad Azka & Rahmi Yati
Anitana Widya Puspa, Rinaldi Mohammad Azka & Rahmi Yati - Bisnis.com
22 Oktober 2021 | 15:01 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 membawa konstelasi baru dalam dunia penerbangan. Tidak hanya di Indonesia namun di berbagai belahan dunia. 

Pembatasan penerbangan secara ketat guna membatasi pergerakan orang menjadi pilihan banyak negara. Akibatnya banyak maskapai harus tutup, namun lebih banyak lagi yang merampingkan bisnisnya dengan mengurangi awak kabin dan armada. 

Di Tanah Air, dua maskapai penguasa pasar yakni PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) dan Lion Air Group tidak kalah tertekan. Penagihan utang melalui pengadilan telah dilakukan oleh mitra mereka, saat yang sama puluhan pesawat juga mereka pulangkan kepada pemberi utang.

banner premium

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 3 artikel konten Premium!

Masuk / Daftar
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
Berlangganan Sekarang
back to top To top