Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Ilustrasi - Pesepeda melintas di depan tulisan Pajak Kuat Indonesia Maju di Jakarta Pusat. - ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Lihat Foto
Premium

Historia Bisnis: Soal Kewajaran Orang Kaya Kena Pajak Tinggi

Pengenaan multi tarif bagi wajib pajak mencerminkan keadilan, akan tetapi bagi orang pribadi tidak banyak poin yang bisa diilih mengurangi beban yang harus ditanggung. Berbeda dengan perusahaan.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com
06 Oktober 2021 | 23:40 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Keuangan di bawah pimpinan Sri Mulyani dan DPR RI telah menyepakati Rancangan Undang-undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Salah satu aturan dari beleid pengaturan pajak terbaru ini adalah semakin kaya warga negara, maka pajak yang dibayarkannya semakin mahal. 

Semangat pengenaan pajak lebih  tinggi bagi orang yang semakin kaya ini tidak hanya terjadi saat ini, namun setiap kali Undang-undang pajak disusun. Bisnis Indonesia edisi 6 Oktober 1994 juga menyoroti aturan dalam revisi undang-undang perpajakan itu. 

Diturunkan dalam tajuk 'Wajar Orang Kaya Kena Pajak Tinggi...' menyebutkan pemerintah dan DPR harus memperhitungkan prinsip equality dalam menyusun Undang-undang Pajak. 

Disebutkan dalam edisi 27 tahun lalu itu, pengenaan tarif pajak terhadap wajib pajak seharusnya lebih adil dan proporsional. 

Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) saat itu, Aries Gunawan mengatakan beberapa hal yang perlu diperhatikan pemerintah dan DPR dalam menyusun Undang-undang Pajak yang masih menggelisahkan masyarakat. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

To top