Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pemkab Gunung Kidul tetap membuka objek wisata meski ada lonjakan kasus Covid-19. - Antara/Sutarmi
Lihat Foto
Premium

Sektor Parekraf di Ujung Tanduk, Pencairan Dana Hibah Dinanti

Sejak awal Juli 2021, Kemenparekraf berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait untuk mengupayakan percepatan proses pendistribusian dana hibah pariwisata sebagai salah satu upaya menyambung nafas pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak Covid-19.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com
02 Agustus 2021 | 12:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Kecepatan realisasi penyaluran dana hibah pariwisata tidak sejalan dengan niat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang berupaya melakukan pencairan pada akhir Juli 2021.

Kendati terlambat, hal tersebut tidak sepenuhnya buruk. Sebab, pemerintah memang memerlukan waktu serta perencanaan yang matang agar bisa mengumpulkan dana yang bisa tersalurkan secara merata ke seluruh pelaku usaha di sektor pariwisata.

Tidak hanya kepada sektor hotel dan restoran. Berdasarkan pernyataannya di akun twitter pada 27 Juli lalu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menuliskan pencairan dana hibah yang diupayakan dilakukan akhir Juli 2021 ditujukan hanya untuk menyelamatkan lapangan kerja di sektor pariwisata, seperti hotel dan restoran.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (Asita) Budijanto mengatakan penyaluran dana hibah seharusnya merata ke seluruh pelaku usaha pariwisata mengingat dampak pandemi Covid-19 tidak hanya dirasakan oleh sebagian sektor saja.

Di sektor biro perjalanan pariwisata saja, ungkapnya, saat ini 95 persen pelaku usaha yang tidak menjalankan bisnis dalam kurun lebih dari satu tahun. Untuk sebagian kecil perusahaan yang masih menjalankan bisnis, lanjutnya, merupakan perusahaan yang menjalin kerja sama dengan lembaga pemerintahan.

"Dengan demikian, dana hibah pariwisata sangat diperlukan oleh biro perjalanan wisata. Dana itu bisa digunakan untuk membayar beban gaji karyawan dan utang ke sektor perbankan," ujarnya.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
back to top To top