Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Perusahaan migas melakukan ekplorasi di tengah laut. -  Antara / Moch Asim
Lihat Foto
Premium

Mimpi Besar di Balik Target 1 Juta Barel

Memanasnya harga minyak dunia memang menjadi sentimen positif di sektor minyak dan gas (migas) nasional. Namun, sentimen global itu juga wajib didukung dengan capaian produksi migas.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com
29 Juni 2021 | 14:30 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Momentum meningkatnya harga minyak dunia dalam beberapa bulan terakhir dapat disikapi sebagai bangkitnya geliat industri hulu minyak dan gas bumi (migas) yang tertekan dampak pandemi Covid-19.

Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Mei 2021 tercatat US$65,49 per barel atau meningkat dari April 2021 sebesar US$61,95 per barel. Bukan rahasia umum, memanasnya ICP bakal otomatis mendongkrak Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Tahun lalu, PNBP sektor migas terjerembab akibat tekanan pandemi Covid-19. Berdasarkan Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM pada 2020, penerimaan PNBP sektor migas tercatat Rp70,45 triliun. Setoran PNBP dari subsektor migas menjadi yang terendah sejak 2017.

Apabila dibedah lebih dalam, setoran subsektor migas salah satunya mengacu pada penerimaan bagian negara atas hasil eksploitasi minyak dan gas bumi setelah perhitungan kewajiban pemerintah atas kegiatan usaha hulu migas.   

Harga ICP memang menjadi faktor pendukung utama dalam mendongkrak penerimaan negara. Namun, perlu diingat, bahwa memanasnya harga minyak dunia juga wajib didukung dengan produksi migas yang diraih.

Akan tetapi, sejauh ini belum ada tanda-tanda produksi migas kembali menanjak. Berdasarkan prediksi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas),  capaian produksi siap jual migas pada akhir tahun hanya akan mencapai 1,66 juta barel minyak ekuivalen per hari (BOEPD) atau hanya mencapai 97,5 persen dari target APBN 2021 1,71 juta BOEPD.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top