Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Gedung Manggala Wanabhakti yang dibangun dengan dana reboisasi disita negara dari Yayasan Sarana Wana Jaya pada 2012. - Foto:KLHK
Lihat Foto
Premium

Historia Bisnis: Heboh Dana Reboisasi Rp7 Triliun Tak Disetor

Gedung Manggala Wanabhakti disita negara dari Yayasan Sarana Wana Jaya pada 2012.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com
21 Juni 2021 | 16:23 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Dana reboisasi dibentuk pertama kali pada 1989. Program ini merupakan alas yang digunakan pemerintah seiring pemberian izin penebangan hutan secara luas. 

Dana reboisasi dibayarkan kalangan pengusaha yang memegang konsesi hutan. Besaran yang dibayarkan kepada pemerintah berdasarkan volume kayu yang ditebang. 

Yayasan Cifor yang bekerjasama dengan Bank Dunia, Ausaid dan Komisi Eropa melaporkan dalam periode 1989-2009, jumlah Dana Reboisasi yang dikumpulkan pemerintah mencapai US$5,8 miliar atau Rp83,77 triliun dengan kurs hari ini, Senin (21/6/2021). 

Dana reboisasi sendiri ditujukan untuk mendukung penanaman kembali lahan hutan yang ditebang termasuk pemulihan lahan kritis. 

Akan tetapi, seiring belum membaiknya tata kelola pemerintahan, dana reboisasi kerap kali menjadi sasaran bancakan aparat negara. Akibatnya tidak sedikit kepala daerah, pengusaha, kepala dinas beserta pejabat pelaksana harus berurusan dengan penegak hukum dan berakhir di penjara. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top