Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pejalan kaki melewati kantor Alibaba Group Holding Ltd. di Beijing, China, Rabu (19/8/2020). - Bloomberg/Gilles Sabrie
Premium

Kinerja Seret Alibaba, Buntut Denda Beijing

17 Mei 2021 | 14:20 WIB
Perusahaan internet raksasa dunia, Alibaba, mengumumkan pelemahan kinerja pada awal tahun ini. Buntut dari denda Pemerintah China mulai terasa?

Bisnis.com, JAKARTA — Rekam jejak Grup Alibaba sebagai salah satu perusahaan kelas dunia dengan kinerja cemerlang akhirnya tergores.

Pada Kamis (13/5/2021), Alibaba Group Holdings Ltd., perusahaan induk grup konglomerasi rintisan Jack Ma merilis laporan keuangan untuk periode Januari-Maret 2021. Hasilnya terbilang mengecewakan.

Perusahaan membukukan kerugian bersih 7,6 miliar yuan atau setara Rp16,7 triliun lebih. Ini merupakan kali pertama perusahaan itu membukukan kerugian secara kuartalan sejak pertama kali melantai di bursa pada 2014.

Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, Alibaba masih membukukan laba bersih hingga kisaran 7,13 miliar yuan.

Kinerja gurita bisnis Alibaba sebenarnya tak mengalami kemunduran berarti. Malahan, pendapatan Alibaba dari empat segmen bisnis yang mereka geluti masih membukukan pertumbuhan.

Pendapatan Alibaba sepanjang Januari-Maret 2021, bahkan mencapai 187,39 miliar yuan. Angka ini meroket hingga 63,93 persen secara year-on-year (yoy) dari nominal 114,31 miliar yuan pada periode yang sama tahun lalu.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top