Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Di dalam pabrik produksi vaksin Sinopharm di Beijing.  - Xinhua/Bloomberg
Premium

Titik Terang Vaksinasi Gotong Royong, WNA & Keluarga Non Inti Termasuk?

07 Mei 2021 | 06:49 WIB
Sebanyak 8,6 juta peserta telah didaftarkan dalam program mandiri atau program Vaksinasi Gotong Royong.

Bisnis.com, JAKARTA - Jalan panjang berperang melawan Covid-19 dengan vaksin telah membuat pemerintah membuka semua cara yang memungkinkan untuk ditempuh. 

Termasuk pada Februari 2021 lalu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 10/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). 

Dalam aturan itu, intinya perusahaan dan para donatur dapat mengadakan sendiri program vaksinasinya di luar antrean program gratis dari pemerintah. Akan tetapi pengadaan vaksinasi melalui program ini tetap hanya bisa melalui badan usaha milik negara yang ditunjuk. Program pengadaan vaksinasi sendiri ini dinamai program vaksinasi gotong royong. 

Saat program ini diluncurkan, hingga tahap kedua pengumpulan perusahaan peserta program pada akhir Maret 2021, sebanyak 17.386 perusahaan dan 8,6 juta peserta yang terdaftar sebagai calon penerima injeksi vaksin mandiri itu.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta W. Kamdani mengatakan perusahaan di wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) menjadi prioritas. Pasalnya area ini merupakan wilayah industri dan masuk ke dalam zona merah.

“Jabodetabek sebagai pusat industri manufaktur dengan jumlah pekerja yang banyak. Ini akan menjadi prioritas,” ujarnya, Kamis (6/5/2021). 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top