Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Seorang petani tengah berada di sawah di Sungai Sariak, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatra Barat. Di kawasan pertanian padi ini banyak tumbuh pembangunan rumah baru yang dapat berdampak pada penyusutan luas lahan tanam padi. - Bisnis/Noli Hendra
Premium

Petani Tanaman Pangan Nyalakan Alarm Ekonomi Jelang Lebaran

03 Mei 2021 | 14:49 WIB
Para petani tanaman pangan menjadi satu-satunya sub sektor yang mengalami kesejahteraan di bawah NTP atau secara sederhana mengalami jual rugi.

Bisnis.com. JAKARTA - Data resmi Badan Pusat Statistik mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada April 2021 mengalami penurunan sebesar 0,35 persen secara bulanan. NTP pada  April 2021 tercatat 102,93. 

NTP adalah perbandingan harga produk pertanian dengan harga produk yang dibeli oleh petani. 

BPS menggunakan angka 100 untuk kondisi netral. Sedangkan angka di atas 100 menunjukkan harga jual produk petani lebih tinggi dibandingkan kenaikan harga barang-barang yang dibayar petani. Atau dengan kata lain terjadi peningkatan kesejahteraan di level petani. 

Demikian juga sebaliknya, angka NTP di bawah 100 menunjukkan terjadi masalah serius di kalangan petani karena secara tidak langsung kenaikan harga barang-barang tidak mampu ditebus dengan produk pertanian sehingga ujungnya meningkatkan kemiskinan.

  

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top