Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Ilustrasi pipa gas
Premium

Adu Kuat Kementerian ESDM dan BPH Migas di Proyek Cisem

26 April 2021 | 05:00 WIB
Pascapengembalian penetapan pemenang hak khusus oleh PT Rekayasa Industri pada 2 Oktober 2020, kelanjutan proyek Cisem yang telah mangkrak selama 15 tahun itu justru menimbulkan polemik.

Bisnis.com, JAKARTA – Kelanjutan proyek pipa transmisi gas bumi ruas Cirebon-Semarang masih jauh dari titik terang. Tarik menarik antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi terus berlangsung.

Pascapengembalian penetapan pemenang hak khusus oleh PT Rekayasa Industri pada 2 Oktober 2020, kelanjutan proyek Cisem yang telah mangkrak selama 15 tahun itu justru menimbulkan polemik.

Kedua lembaga pemerintah itu memiliki argumen masing-masing untuk masa depan proyek yang bakal melengkapi sambungan ruas pipa di Pulau Jawa itu.

Setelah menggelar sidang komite, BPH Migas menetapkan PT Bakrie & Brothers Tbk. sebagai pemenang hak khusus lelang. Penetapan itu mengacu pada Surat Keputusan Kepala BPH NO06/KT/BPH Migas/KOM/2021 pada 15 Maret 2021.

Sementara itu, Kementerian ESDM berpendapat lain yakni menilai keputusan BPH Migas untuk menyerahkan proyek pembangunan pipa Cisem kepada PT Bakrie & Brothers (BNBR) tidak sejalan dengan prinsip pengadaan atau post bidding dan tidak memenuhi peraturan perundangan yang ada.

Lelang yang digelar pada 2006 silam, menurut kementerian yang dipimpin oleh Arifin Tasrif itu harus mengacu pada ketentuan Peraturan BPH No5/2005 yang tidak mengatur mengenai penetapan peringkat kedua sebagai pemenang lelang, apabila pemenang peringkat pertama mengundurkan diri bukan mengacu pada BPH Migas No20/2019.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top