Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Ekspor Membaik, KBRI Beijing Pacu Produk Mamin

Total bilateral trade Indonesia dengan Tiongkok periode Januari-Februari 2021 mencapai US$15,8 miliar, meningkat 41.6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 15 April 2021  |  02:25 WIB
Ilustrasi - Calon pembeli memilih makanan di salah satu minimarket yang ada di Jakarta, Senin (18/2/2019). - Bisnis
Ilustrasi - Calon pembeli memilih makanan di salah satu minimarket yang ada di Jakarta, Senin (18/2/2019). - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Ekspor makanan dan minuman asal Indonesia ke Tiongkok terus didorong. Pada 2 bulan pertama 2021, kinerja ekspor Indonesia ke Tiongkok meningkat hingga 30,4 persen.

Total bilateral trade Indonesia dengan Tiongkok periode Januari-Februari 2021 mencapai US$15,8 miliar, meningkat 41.6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Hal itu disampaikan Dubes RI untuk RRT merangkap Mongolia Djauhari Oratmangun, merujuk data Kepabeanan Tiongkok.

“Nilai ekspor kita ke Tiongkok pada periode ini mencapai U$7,6 miliar. Ada peningkatan sebesar 30.4 persen dari tahun lalu dalam periode yang sama. Salah satu produk yang kami dorong ialah makanan dan minuman,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (14/4/2021).

Untuk mengerek kinerja ekspor makanan dan minuman, baru-baru ini kedutaan Indonesia berpartisipasi pada 104th China Foods and Drinks Fair (CFDF) di Chengdu, Sichuan, 7 - 9 April 2021.

KBRI menggandeng tujuh perusahaan makanan dan minuman Indonesia memamerkan berbagai produk seperti kopi bubuk, biji kopi, mie instan, biskuit dan wafer berbagai rasa, hingga kerupuk udang.

Djauhari mengatakan terdapat dua target utama dalam pameran CFDF yakni penetrasi pasar baru dan penguatan brand image.

Partisipasi Indonesia pada ajang pameran 104th CFDF membuahkan hasil cukup menggembirakan.

“Nilai transaksi yang dibukukan tercatat sebesar Rp405,9 juta pada penjualan langsung [Business to Customers] dan potensi turn-over dalam satu tahun sebesar lebih dari Rp27,3 miliar [Business to Business],” katanya.

Pameran berlangsung di area dengan luas total 210.000 meter persegi dengan 4.000 booth.

Paviliun Indonesia berdiri di atas area seluas 162m2, berlokasi strategis tepat di jalur utama Hall 3 International Exhibition Center of Western China International Expo City.

“Melalui pameran ini kami berharap semakin banyak ragam produk makanan dan minuman Indonesia, yang berkualitas merambah pasar Tiongkok, untuk mendorong peningkatan nilai ekspor produk Indonesia ke Tiongkok,” tegasnya.

Pada ajang itu, Paviliun Indonesia juga memamerkan platform belanja digital idnstore.cn yang menjadi salah satu gerbang ekspor produk UMKM Indonesia ke Tiongkok.

Saat ini platformn tersebut sudah menampung lebih dari 2.600 UKM dengan lebih dari 21.000 produk yang beragam.

Pameran tersebut menjadi event reguler terbesar di wilayah Barat dan Barat Daya Tiongkok.

Dengan captive market 300 juta jiwa, calon buyer berdatangan dari provinsi Sichuan, Yunnan, Chongqing, Shaanxi, hingga Xinjiang di sisi paling barat Tiongkok.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor china makanan dan minuman
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top