Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pemandangan gedung bertingkat di Jakarta./Bisnis - Arief Hermawan
Premium

Bisnis Properti Perkantoran, Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

06 April 2021 | 09:58 WIB
Kondisi bisnis perkantoran paling tertekan selama pandemi. Bahkan, di antaranya sejumlah subsektor properti, kebangkitannya jika pandemi corona berlalu pun diprediksi baru bisa terjadi mulai 2023.

Bisnis.com, JAKARTA – Sudah jatuh tertimpa tangga pula, begitulah pepatah yang bisa menggambarkan bisnis properti perkantoran di Indonesia saat ini.

Pertumbuhan ekonomi yang enggan menjauh dari angka 5 persen membuat permintaan properti perkantoran cenderung stagnan, tidak sebanding dengan suplai yang setiap tahunnya bertambah signifikan.

Oleh karena itu, pengembang atau pemilik gedung berlomba-lomba menurunkan harga sewanya untuk menarik minat perusahaan penyewa.

Menurut Senior Director of Office Services Department Colliers International Bagus Adikusumo, angka pertumbuhan ekonomi sangat berpengaruh terhadap permintaan properti perkantoran. Pertumbuhan ekonomi yang tercatat -2,07 persen pada 2020 membuat bisnis properti perkantoran terpukul.

“Ke depannya masih penuh tantangan melihat kondisi saat ini. Untuk 2021, sampai dengan kuartal II masih sangat berat, belum lagi kondisi oversupply. Kemungkinan belum ada pasokan  baru sampai 2022,” paparnya.

Permintaan properti perkantoran diprediksi mulai membaik pada 2023 seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang kembali pulih pascapandemi Covid-19. Pada tahun tersebut, masih akan  ada penambahan suplai baik di dalam maupun luar central business district (CBD).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top