Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
 Ilustrasi - Anjungan minyak - Bloomberg
Premium

'Sarang Laba-laba' di Anjungan Minyak Bekas Pertamina

25 Maret 2021 | 10:16 WIB
Sebanyak 100 anjungan minyak lepas pantai yang habis produksinya terbengkalai di tengah laut.

Bisnis.com, JAKARTA - Sudah lebih dari 2 tahun pemerintah menimbang  nasib 100 anjungan minyak lepas pantai yang sebelumnya dibangun Pertamina dan dua perusahaan swasta yang kosong di tengah laut. 

Normalnya, anjungan minyak lepas pantai atau offshore platform yang sebagian besar berada di laut Jawa itu dibersihkan dan dimusnahkan. Termasuk memulihkan lingkungan sekitar. Dalam peta jalan yang disusun, pembongkaran dapat dilakukan dalam 7 tahun. Akan tetapi, atas nama kekurangan dana, anjungan itu saat ini terbengkalai di tengah laut.  

Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), dari 100 anjungan itu, 98 di antaranya mulanya milik Pertamina melalui anak dan cucu usahanya. Sedangkan satu anjungan milik kelompok Bakrie melalui Kangean Energy, dan satu lainnya milik EMP Malacca Strait. Dibutuhkan biaya US$6-US$7 juta per anjungan untuk pembersihan atau dengan kurs Rp14.400 untuk pembersihan seluruh anjungan ini butuh dana sekitar Rp10,08 triliun.

Peta jalan otoritas migas itu bahkan mencatat anjungan minyak lepas pantai itu, 64 di antaranya bahkan belum melakukan plug and abandonment (P&A) atau penutupan sumur secara permanen. Jika diandaikan, kondisi kosong bila di darat akan membuat anjungan minyak ini penuh sarang laba-laba. 

Basilio Dias Araujo, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi menyebutkan pemanfaatan lainnya terus dipertimbangkan pemerintah untuk memanfaatkan anjungan kosong itu. Termasuk di dalamnya menjadikannya sebagai terumbu karang buatan hingga tempat budidaya ikan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top