Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
BSD City. - Laman Perusahaan
Premium

PPN Rumah Dihapus : Menyimak Strategi CTRA, BSDE Hingga DILD

03 Maret 2021 | 07:46 WIB
Kebijakan penghapusan PPN rumah diyakini membawa dampak ikutan di sektor properti.

Bisnis.com, JAKARTA - Para pengembang diingatkan berfokus pada unit yang sedang dibangun ataupun menghabiskan stock yang ada sehingga insentif keringanan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) hingga akhir Agustus 2021 dapat dinikmati konsumen. 

Kebijakan insentif bebas PPN dan diskon PPN yang dijalankan oleh pemerintah menyasar segmen rumah hingga Rp5 miliar. Perinciannya, untuk rumah sampai dengan Rp2 miliar dibebaskan dari PPN atau 0 persen. Sedangkan rumah dengan harga Rp2 miliar hingga Rp5 miliar diberi diskon 50 persen. Subsidi ini berlaku baik bagi rumah tapak, rumah susun ataupun apartemen. 

Yunus Karim , Head  of  Research  Jones  Lang  LaSalle  (JLL)  Indonesia  menyebutkan pemberian  insentif  PPN  oleh pemerintah merupakan saat yang tepat bagi pengembang untuk menghabiskan stok  produk  rumah  tapak  maupun  rumah  susun  yang  saat  ini  masih  ada  di  pasaran.  Pasalnya, aturan insentif hanya berlaku bagi rumah yang serah terima hingga Agustus 2021 mendatang. 

“Ini akan berdampak pada sektor properti meskipun kebijakannya hanya untuk rumah ready  stock, mengingat  rumah ready  stock  juga  merupakan bagian dari sektor properti,”  tutur  Yunus, Selasa (2/3/2021).  

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top