Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Sejumlah pengendara melintas di kawasan taman Titi Banda, Denpasar, Bali, Jumat (15/5/2020). - Antara/Nyoman Budhianan
Premium

Balutan Kontroversi dan Korupsi Dana Hibah Pariwisata untuk Bali

25 Februari 2021 | 20:19 WIB
Dana hibah pariwisata ke pelaku usaha dan pemerinntah daerah di Bali yang sejatinya dibutuhkan untuk menyelamatkan perekonomian daerah, justru diwarnai oleh sejumlah kontroversi dan bahkan korupsi.

Bisnis.com, DENPASAR – Punya ketergantungan yang tinggi pada sektor pariwisata membuat perekonomian Bali tergolong rentan. Puncaknya, ketika pandemi Covid-19 tiba-tiba melanda, pertumbuhan ekonomi Bali pun menjadi yang paling terpuruk di Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Bali pada 2020 terkontraksi 9,31 persen. Realisasi itu menjadikan Bali sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi terendah secara nasional, sebagai dampak pandemi Covid-19.

Sekadar catatan, pada 2017, pertumbuhan ekonomi Bali mampu menyentuh 5,56 persen. Realisasinya pun semakin meningkat pada 2018 dengan mencapai 6,31 persen. Namun, pada 2019, pertumbuhan ekonomi Bali menurun ke posisi 5,6 persen.

Hampir setahun dirundung ketidakpastian, jelang akhir 2020 tepatnya bulan Oktober, pemerintah pusat pun menggelontorkan dana hibah pariwisata ke Bali. Sebanyak 70 persen dana disalurkan ke pelaku usaha, sedangkan sisanya dikelola pemerintah daerah untuk program pemulihan pariwisata.

Data Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan menunjukkan, realisasi penyaluran dana hibah pariwisata ke Bali hanya 89,94 persen dari yang dianggarkan atau senilai Rp1,18 triliun. Secara lebih perinci, sebanyak Rp354,91 miliar diterima pemerintah daerah dan Rp825,10 miliar ke pelaku usaha.

Usut punya usut, banyak terjadi penolakan dari pelaku usaha atas penyaluran dana hibah tersebut. Nominal dana yang kecil rupanya menjadi batu sandung atas penolakan dana hibah.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top