Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Buruh memproduksi baju koko (baju muslim) di pabrik garmen Jaya Manunggal, Karangjati, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (6/6). - Antara/Aditya Pradana Putra
Premium

Manufaktur Berharap Berkah Ramadan dan Lebaran

25 Februari 2021 | 22:30 WIB
Pelaku industri manufaktur kebutuhan sehari-hari optimistis tahun ini akan mulai kembali medapat berkah Ramadan dan Lebaran usai kehilangan momentum tersebut pada tahun dimulainya pandemi Covid-19, 2020.

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku industri manufaktur kebutuhan sehari-hari optimistis tahun ini akan mulai kembali medapat berkah Ramadan dan Lebaran usai kehilangan momentum tersebut pada tahun dimulainya pandemi Covid-19, 2020.

Umumnya pelaku industri mendapatkan peningkatan produksi mulai 30 hingga 50 persen dalam kuartal Lebaran.

Direktur Eksekutif Core Indonesia Mohammad Faisal menilai optimisme pelaku industri mengejar momentum Ramadan dan Lebaran tahun ini selaras dengan ekspektasi kinerja yang akan meningkat karena adaptasi pandemi yang sudah lebih baik.

Faisal juga memproyeksi dengan kondisi masyarakat yang sudah lebih berani beraktivitas dan mobilitas yang tidak seketat tahun lalu maka Lebaran tahun ini akan lebih baik dari tahun lalu.

"Ekspektasi pelaku usaha sebenarnya sudah tinggi seperti pada kuartal IV/2020 lalu yang tergambar dari PMI yakni pembelian bahan baku dan ekspansi mengantisipasi kenaikan penjualan meski pada hasilnya pertumbuhan manufatur pada kuartal itu masih turun," katanya kepada Bisnis, Kamis (25/2/2021).

Faisal mengemukakan ekspektasi yang tinggi kendati tidak sesuai dengan realisasi mungkin juga masih akan terjadi pada Lebaran musim ini. Pasalnya, dampak resesi ekonomi masih terasa.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top