Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Ilustrasi - Petugas melakukan proses penyimpanan sementara aluminium ingot di pabrik peleburan PT Inalum, Batubara, Sumatera Utara. - Antara / Irsan Mulyadi.
Premium

Historia Bisnis : Jalan Pemerintah Bendung Banjir Produk Impor

25 Februari 2021 | 21:48 WIB
Melindungi produsen dalam negeri dari banjir produk impor diyakini tidak melanggar kebijakan perdagangan bebas yang disepakati setelah putaran Uruguay (Uruguay Round).

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah secara resmi membentuk Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI). Komite baru ini bertugas menangani masalah berkaitan dengan pengamanan industri dalam negeri akibat lonjakan impor (safeguard).

Lembaga itu dibentuk pada 17 Februari 2003 berdasarkan SK Menperindag No.84/MPP/Kep/2/2003 tentang Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia. Pada tanggal yang sama, Menperindag juga menerbitkan SK No. 85/MPP/Kep/2/2003 tentang Tata Cara Dan Persyaratan Permohonan Penyelidikan Atas Pengamanan Industri Dalam Negeri Dari Akibat Lonjakan Impor.

Pembentukan lembaga melindungi industri dalam negeri dari banjir produk impor ini menjadi laporan Bisnis Indonesia edisi 25 Februari 2003 dengan judul 'Komite safeguard resmi dibentuk'.

Sekretaris Jenderal Depperindag, Hariyanto Ekowaluyo, mengungkapkan semula Depperindag bermaksud menyatukan Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) dengan lembaga yang menangani safeguard dengan alasan efisiensi mengingat kedua lembaga ini memiliki fungsi yang serupa.

“Namun setelah dilakukan pengkajian terhadap berbagai peraturan yang ada, akhirnya diputuskan untuk membentuk lembaga penanganan safeguard yang terpisah dari KADI,” seperti yang dilaporkan Bisnis Indonesia edisi tanggal yang sama dengan hari ini dalam edisi 18  tahun lalu itu. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top