Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Presiden Joko Widodo (tiga kanan) didampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (tiga kiri), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kiri), Bupati Batang Wihaji (empat kiri) dan jajaran menteri lainnya berbincang saat peninjauan Kawasan Industri Terpadu Batang dan Relokasi Investasi Asing ke Indonesia di Kedawung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020).  - ANTARA
Lihat Foto
Premium

Mendirikan Usaha Bisa Tanpa Notaris, Era Tarung Bebas Dimulai!

Pemerintah menghapuskan daftar negatif investasi dan menggantikan dengan perizinan berbasis risiko. Dengan pola ini kompetisi antar pelaku usaha akan menjadi sangat ketat.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com
24 Februari 2021 | 18:35 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 5/2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. 

Aturan pelaksana ini merupakan kunci pelaksana Undang-undang Cipta Kerja atau Omnibus Law Cipta Kerja yang diyakini menawarkan kemudahan berusaha. 

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia menyebutkan dengan PP No. 5/2021, maka rezim perizinan menjadi berbasis risiko. Tidak ada lagi daftar negatif investasi (DNI). Semua usaha prinsipnya terbuka namun perizinannya yang akan disesuaikan dengan risiko yang dimiliki.  

"Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK) Perizinan Berusaha berbasis risiko dalam OSS menjadi acuan tunggal bagi pemerintah pusat, daerah dan pelaku usaha," katanya kepada awak media, Rabu (24/2/2021). 

Menurut Bahlil yang juga mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) itu, hanya ada 6 sektor yang terlarang untuk dimasuki saat ini. Di luar itu, maka diizinkan. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top