Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Roll forming adalah proses pengrolan dingin dengan tujuan pembentukan suatu profil baja (lapis paduan zinc atau zinc & aluminium atau zinc, aluminium, dan magnesium) menjadi produk akhir seperti atap gelombang, genteng metal, rangka atap, rangka plafon dan dinding.  - ARFI
Premium

Produk Baja Indonesia Diganjal di Kanada

08 Februari 2021 | 10:21 WIB
Ambisi Indonesia untuk memacu ekspor produk besi dan baja harus mengalami kendala, lantaran produk tersebut dikenakan bea masuk antidumping sementara di Kanada.

Bisnis.com, JAKARTA – Ambisi Indonesia untuk menjadikan produk besi dan baja sebagai andalan ekspor baru harus terganjal oleh kebijakan negara lain, yakni Kanada.

Seperti diketahui, belum lama ini Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memiliki ambisi besar untuk memperbaiki struktur ekspor nasional.

Lama berkutat menjadi pedagang komoditas mentah, Lutfi mengatakan Indonesia tengah menghadapi fenomena baru di mana produk bernilai tinggi akan menjadi tumpuan ekspor. Salah satunya terjadi pada produk besi dan baja. Pasalnya komoditas tersebut mengalami kenaikan ekspor yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, baru-baru ini, ekspor baja Indonesia harus menemui kendala di luar negeri. Salah satunya ketika diekspor ke Kanada.

Seperti dikutip laman S&P Global, Otoritas Kepabeanan Kanada (Canada Border Services Agency/CBSA) menetapkan bea masuk antidumping sementara (BMADS) kepada produk steel reinforcing bars dari 7 negara. Negara-negara tersebut adalah Indonesia, Aljazair, Mesir, Italia, Malaysia, Singapura, dan Vietnam.

Besaran BMADS yang dikenakan kepada perusahaan eksportir dari tiap negara pun bervariasi mulai dari 4 persen hingga 28 persen.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top