Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Para petani memilah gabah hasil panen di desa Dawuan, Subang. -  Antara / Arief Luqman Hakim
Premium

Waspada Anomali Pangan di Negara Tetangga

14 Januari 2021 | 19:57 WIB
Indonesia perlu mewaspadai adanya gangguan produksi di negara pemasok kebutuhan pangan yang selama ini dipasok ke Tanah Air.

Bisnis.com, JAKARTA – Vietnam selama ini menjadi salah satu negara eksportir beras utama dunia. Negara itu bergabung dengan Thailand dan India sebagai tiga besar eksportir komoditas pangan tersebut.

Namun, baru-baru ini, sebuah langkah mencengangkan dibuat oleh negara yang selama ini disebut sebagai lumbung padi Asia. Mengutip laporan Vietnam Plus, salah satu eksportir beras terbesar itu telah meneken kontrak pembelian 70.000 ton beras patah dari India seiring naiknya permintaan broken rice untuk pakan pada Januari 2021.

Pembelian ini sekaligus menandai importasi beras pertama yang dilakukan Vietnam dalam satu dekade terakhir.

Fenomena tersebut tentu saja perlu menjadi perhatian Indonesia meski neraca pangan untuk satu semester ke depan diyakini akan aman. Terlebih, Indonesia acap kali menjadikan negara tujuan impor beras, ketika kebutuhan dalam negeri tak dapat dipenuhi oleh produksi nasional.

Pegiat Komite Pendayagunaan Petani dan Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia Khudori mengemukakan terdapat anomali dalam pasar pangan global yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Selain impor beras yang dilakukan oleh Vietnam, impor pangan juga dilakukan oleh Brasil untuk komoditas kedelai. Padahal, Brasil merupakan produsen nomor wahid untuk tanaman pangan itu.

“Hal ini perlu menjadi pertanyaan. Di pasar dunia, pasar beras ini sangat tipis, permintaan dari suatu negara atau atau kenaikan produksi 1 sampai 2 juta ton bisa langsung menggerakkan harga internasional,” kata Khudori saat dihubungi, Rabu (13/1/2021).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top