Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Suasana lengang terlihat di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta karena penerapan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) terkait dengan pandemi Covid-19./Bisnis - Nurul Hidayat
Premium

Bisnis Properti Subsektor Ritel Diprediksi Masih Bakal Tertekan

11 Januari 2021 | 23:06 WIB
Bisnis properti ritel diprediksi masih mengalami tekanan pada tahun ini karena virus corona jenis Covid-19 belum kunjung pergi. PSBB ketat pun sekarang mulai diberlakukan kembali se-Jawa dan Bali.

Bisnis.com, JAKARTA – Sektor properti ritel diperkirakan masih mengalami tekanan pada tahun ini akibat belum meredanya kasus Covid-19 dan diberlakukannya kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jawa Bali.

Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan sektor ritel masih mengalami tekanan pada 2021.

Hal itu dikarenakan bisnis ritel termasuk pusat perbelanjaan yang tentunya sangat bergantung pada mobilitas dan keramaian masyarakat pengunjungnya. Oleh karena itu, adanya PSBB sangat berdampak pada bisnis ritel.

"Bisnis ritel akan bangkit kalau pandemi sudah terkendali dan vaksin sudah dilaksanakan," ujarnya pada Senin (11/1/2021).

Menurutnya, penurunan jumlah pengunjung yang datang ke mal berdampak pada peritel yang mulai meninggalkan toko-tokonya.

"Jadi, para peritel ini kekurangan traffic yang masuk ke mal, transaksi juga menurun, sehingga mereka ada juga yang tidak bisa bertahan dan itu juga akhirnya memengaruhi tingkat hunian," paparnya.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top