Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pegawai money changer merapikan uang nominal Rp50.000 dan Rp100.000 di Jakarta, Indonesia, Selasa (18/8/2020). - Bloomberg/Dimas Ardian
Premium

Dana Pemda Mengendap Rp218 Triliun, Rapor Merah Serapan Anggaran Daerah

08 Januari 2021 | 06:24 WIB
Serapan anggaran pemerintah daerah kembali menjadi sorotan. Masalah klasik yang kembali terjadi di tengah tingginya kebutuhan menjaga perputaran ekonomi di masyarakat.

Bisnis.com, JAKARTA – Minimnya serapan anggaran pemerintah daerah (Pemda) di Indonesia kembali jadi bahan perbincangan utama. Kali ini, sorotan datang langsung dari Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani.

Dalam paparannya pada konferensi pers, Rabu (5/1/2021), Sri Mulyani menyebut hingga akhir 2020 total dana transfer ke daerah yang masih mengendap di perbankan nominalnya mencapai Rp218,8 triliun.

Yang kemudian jadi masalah, besarnya dana tak terserap itu terjadi bersama dengan catatan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang menyebut belanja daerah dalam penanganan pandemi Covid-19 masih di bawah rata-rata.

Untuk sektor kesehatan misalnya, daerah-daerah baru membelanjakan total dana dari pusat sebesar Rp13,64 triliun atau 59 persen dari pagu total. Sementara itu, belanja jaring pengamanan sosial terealisasi Rp14,79 triliun atau 66,9 persen saja.

Belanja Pemda untuk sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), yang kerap digembar-gemborkan sebagai kontributor utama perekonomian, juga hanya mentok di Rp2,9 triliun atau 43,2 persen dari pagu total yang dianggarkan.

“Ini [dana yang belum terserap] sebuah angka luar biasa besar. Ini menunjukkan beberapa Pemda belum bisa mengeksekusi belanja, terutama untuk penanganan Covid-19,” lanjut Menkeu.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top