Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Curah hujan tinggi menyebabkan lahan pertanian di Desa Wonosoco, Undaan, Kudus tergenang banjir. (Muhammad Faisal Nur Ikhsan - JIBI)
Premium

Kebijakan Pangan: Gajah di Pelupuk Mata tak Tampak ala Pemerintahan Jokowi

25 Desember 2020 | 14:06 WIB
Sejumlah pekerjaan rumah menanti di sektor pertanian pangan nasional. Pekerjaan itu utamanya ada di lahan yang telah tersedia, di tengah ambisi pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk melaksanakan proyek Food Estate.

Bisnis.com, KUDUS – Langit Kudus masih diliputi mendung tebal ketika Setyo Budi menunjukkan areal persawahan di desanya.

Sebagai Kepala Desa Wonosoco, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah, Setyo merasa bertanggung jawab atas musibah yang menimpa warganya. Sebab, sudah hampir seminggu 204,64 hektare areal sawah di daerah itu terendam banjir.

Ada empat kelompok tani yang terdampak. Lebih daripada itu, gagal panen di desanya beresiko mengurangi pasokan beras dengan jumlah yang signifikan. Produksi beras di Jawa Tengah bisa berkurang 1.500 ton lebih, dengan asumsi setiap hektare lahan pertanian di Wonosoco yang tergenang banjir bisa memproduksi sekitar 8 ton beras.

Bencana ini memang bukan hal yang baru bagi masyarakat Wonosoco. Menurut Setyo, setiap musim tanam, petani seakan sedang bermain lotere.

Tak ada yang tahu apakah dalam tiga sampai empat bulan mendatang para petani dapat memanen padinya atau justru ketiban sial akibat terpaksa gagal panen. Terlebih di musim penghujan seperti ini, intensitas hujan yang tinggi menjadi salah satu mimpi buruk bagi petani.

“Kemarin kan [terjadi banjir] akibat dari curah hujan yang tidak berhenti, ada satu mingguan,” jelasnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top