Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Sebelum ke UEA dan Arab Saudi, Menko Luhut dan Menteri BUMN Erick Thohir juga melakukan kunjungan kerja ke Tokyo, Jepang, untuk meminta dukungan bagi pembentukan SWF Indonesia.  - ANTAR
Premium

SWF Indonesia dan Bayang-Bayang Skandal 1MDB Malaysia

17 Desember 2020 | 14:30 WIB
Keberadaan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau sovereign wealth fund (SWF) makin jelas setelah pemerintah menerbitkan sejumlah aturan pendukung. Namun, keberlangsungan SWF Indonesia itu berpotensi dibayangi oleh skandal di negara tetangga yakni 1MDB Malaysia.

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia akhirnya makin memperjelas keberadaan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau sovereign wealth fund (SWF).

Langkah itu ditegaskan melalui ketentuan yang mengatur bahwa pemerintah akan menyetor modal awal sebesar Rp15 triliun atau US$1 miliar pada 2020. Hal ini telah dituangkan dalam Peraturan Pemerintah No. 73 Tahun 2020.

Selain itu, pemenuhan modal LPI secara bertahap akan dilakukan hingga mencapai Rp75 Triliun atau setara dengan US$5 Miliar di tahun 2021, sebagaimana tercantum dalam Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2020.

"Dukungan modal ini diharapkan dapat membantu LPI dalam menjalankan fungsi dan tugasnya," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Rabu (16/12/2020).

Adapun keberadaannya LPI merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang 11/2020 tentang Cipta Kerja.

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kartika Wirjoatmodjo mengatakan bahwa SWF merupakan lembaga hukum yang bertujuan mengelola dan menempatkan aset daerah di lembaga tersebut.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top