Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Vaksin Covid-19 buatan Sinovac yang tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu malam, 6 Desember 2020. - Istimewa
Premium

Isu Monopoli dan Kartel Vaksin oleh BUMN, ‘Wasit’ Persaingan Usaha Buka Suara

16 Desember 2020 | 06:59 WIB
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sebagai lembaga yang dapat disebut sebagai 'wasit' dalam persaingan dunia usaha akhirnya buka suara, terkait tudingan proses monopoli dan isu kartel dalam pengadaan dan distribusi vaksin di Indonesia.

Bisnis.com, JAKARTA – Belum lama ini isu monopoli proses vaksinasi oleh badan usaha milik negara (BUMN) mengemuka di publik. BUMN bahkan dituding memainkan praktik kartel dalam produk kesehatan tersebut.

Hal itu tak lepas dari proses pengadaan vaksin Covid-19 diatur ketat oleh pemerintah. Bahkan dari jumlah, pengadaan, hingga distribusi dikoordinir oleh pemerintah dalam hal ini melalui BUMN. 

Pemerintah juga telah mengumumkan dua skema pembagian vaksin Covid-19, yakni secara gratis dan sebagian besarnya berbayar atau dijual. Namun, rencana pemerintah dengan skema berbayar mendapat kecaman dari beberapa pihak. Bahkan skema tersebut diduga sebagai bentuk monopoli.

Terkait hal itu, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) angkat bicara. Ketua KPPU Kodrat Wibowo mengatakan dugaan atau tuduhan kartel atau persekongkolan dari pelaku usaha besar dalam produksi vaksin belum memiliki dasar yang kuat, sehingga masih perlu dibuktikan.

"Tuduhan itu belum berdasar karena monopoli ini harusnya ada dominasi atau ada kekuatan dominasi pasar. Tapi vaksin seperti Sinovac, Pfizer, ataupun yang lainnya tidak ada yang terlalu dominan. Mereka berbagi pangsa pasar," jelas Kodrat saat dikonfirmasi Bisnis Selasa (15/12/2020).

Kendati begitu, dia mengatakan apabila vaksin tersebut telah resmi masuk pasar atau dijual, yang dikhawatirkan adalah penentuan harga yang eksesif. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top