Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Proses pengolahan sagu.  - ANTARA
Premium

Menghadirkan Sagu di Negeri Pemakan Sega

14 Desember 2020 | 05:00 WIB
Peluang pengembangan sagu terbilang makin besar di tengah kebutuhan pasar pangan terus berkembang. Terlebih, pemerintah tertekat untuk mengurangi ketergantungan pada impor pangan. Mungkinkah menghadirkan lagi sagu di negeri pemakan sega?

Bisnis.com, JAKARTA - Peluang pengembangan sagu terbilang makin besar di tengah kebutuhan pasar pangan terus berkembang. Terlebih, pemerintah tertekat untuk mengurangi ketergantungan pada impor pangan. Mungkinkah menghadirkan lagi sagu di negeri pemakan sega?

Di dunia ada lebih dari 50.000 jenis tanaman pangan, namun hanya 15 jenis di antaranya yang menjadi penyedia 90% dari asupan energi. Diantara 15 komoditas pangan tersebut, beras, jagung dan gandum mencukupi 2/3 dari konsumsi pangan.

Di Indonesia, konsumsi beras mencapai 9,5 juta ton per bulan atau 114 juta ton setahun. Apabila harga beras 1 ton adalah Rp9,5 juta maka secara total menjadi Rp1.083 triliun. Hampir 97% penduduk Indonesia mengkonsumsi beras sebagai makanan pokok utama.

Impor beras pada 2019 mencapai 444.500 ton, turun 80,3 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Impor tertinggi sejak 10 tahun terakhir adapah pada 2011 yakni 2,8 juta ton.

Sementara itu, impor jagung sepanjang Januari-September 2019 mencapai 911.194 ton (US$233,47 juta). Tahun sebelumnya, impor jagung mencapai 1,07 juta ton. Komite Tetap Ketahanan pangan Kadin Indonesia menyebut impor jagung 2019 mencapai 1,57 juta ton.

Pada saat yang sama nilai industri makanan dan minuman menunjukan tren yang meningkat. Nilai dari industri makanan telah mencapai Rp117 triliun dan pada 2018, sektor industri makanan dan minuman mencapai Rp165 triliun.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top