Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Ilustrasi obat-obatan tablet dan kapsul.  - REUTERS/Srdjan Zivulovic
Premium

Melepas Ketergantungan Impor Bahan Baku Obat

09 Desember 2020 | 05:00 WIB
Pasar produk farmasi Indonesia terbilang sangat besar. Hebatnya, hampir 90% kebutuhan obat dipasok dari pabrik lokal. Masalahnya, ketergantungan bahan baku impor sangat akut.

Bisnis.com, JAKARTA - Pasar produk farmasi Indonesia terbilang sangat besar. Hebatnya, hampir 90% kebutuhan obat dipasok dari pabrik lokal. Masalahnya, ketergantungan bahan baku impor sangat akut.

Outlook Teknologi Kesehatan 2020 bertema Inisiatif Penguatan Rantai Pasok Bahan Baku Obat, menyebutkan pasar produk farmasi Indonesia merupakan terbesar di Asean. Tahun ini, nilainya mencapai Rp100 triliun.

BPPT memproyeksikan pertumbuhan kebutuhan obat mengalami kenaikan 7% per tahun dengan menimbang tren historis dan pertumbuhan penduduk serta prospek ekonomi ke depan. Selaras dengan ramalan tersebut, kebutuhan akan obat diproyeksikan mencapai Rp248 triliun, dengan kebutuhan BBO sebesar Rp79 triliun pada 2035.

Secara umum, industri farmasi Indonesia sudah dapat memenuhi kebutuhan obat jadi (finished product), hampir 90 persen kebutuhan obat itu dipasok dari produksi dalam negeri. Akan tetapi, 95% bahan bakunya baik untuk BBO aktif (active pharmaceutical ingredients/API) maupun bahan pembantu (excipient) masih diimpor.

Hal itu menunjukkan bahwa mata rantai industri farmasi di Indonesia mayoritas berada di tahap akhir, yaitu produksi obat (formulasi) sampai distribusi. Sementara itu, hampir semua produk BBO, sebagai syarat bekerjanya industri obat, berasal dari luar negeri.

Ini menunjukkan besarnya ketergantungan industri farmasi nasional terhadap BBO impor. Jika pasokan BBO dari luar negeri terganggu maka hampir keseluruhan industri farmasi nasional juga akan terganggu.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top