Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Ilustrasi bahan bakar Biodiesel B20 - Reuters/Mike Blake
Premium

Nasib Biodiesel Dalam Negeri di Tengah Daya Tarik Pasar CPO India

07 Desember 2020 | 09:13 WIB
Pasar ekspor masih mendominasi serapan CPO yakni sebesar 68 persen, sedangkan pasar domestik menyerap sebesar 32 persen untuk kebutuhan biodiesel, minyak goreng, dan margarin.

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah India telah memangkas pajak impor minyak sawit mentah atau crude palm oil seiring dengan meningkatnya permintaan dari Negeri Bollywood itu.

India telah memangkas pajak impor untuk produk CPO (crude palm oil) sebesar 10 persen menjadi 27,5 persen dari sebelumnya 37,5 persen. Kebijakan itu telah membuat harga CPO berbalik meroket.

Kebijakan yang diterapkan India telah menjadikan peluang ekspor bagi produsen-produsen CPO di Indonesia. Lantas, apakah hal itu bakal memengaruhi pasokan CPO untuk kebutuhan biodiesel di dalam negeri?

Paulus Tjakrawan, Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi), berpendapat bahwa kebijakan India menurunkan pajaknya karena harga CPO yang naik. CPO menjadi salah satu komoditas vital sangat dibutuhkan untuk membuat makanan pokok India.

Dia mengatakan bahwa ekspor CPO Indonesia ke India sangat besar sehingga Indonesia harus menjaganya untuk penyerapan dan devisa.

"Sehubungan dengan biodiesel, tidak ada masalah dengan ekspor ke India karena jumlah produksi CPO Indonesia yang cukup," katanya kepada Bisnis baru-baru ini.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top