Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pesawat-pesawat model 737 Max buatan Boeing diparkir di dekat lapangan udara milik Boeing di Seattle, Washington, AS, Selasa (17/12/2019). - Bloomberg/David Ryder
Premium

Boeing 737 MAX, 'Si Anak yang Hilang' Bakal Kembali Terbang

04 Desember 2020 | 12:12 WIB
Boeing 737 MAX yang sempat dikandangkan selama 20 bulan bakal kembali terbang ke berbagai penjuru dunia usai American Airlines berani untuk memulai inisiasi tersebut.

Bisnis.com, JAKARTA - Produsen burung besi asal Amerika Serikat, Boeing mengumumkan telah membuat kemajuan yang signifikan dalam mendukung beroperasinya kembali Boeing 737 MAX dengan aman. Selain FAA, regulator dengan yurisdiksi di luar AS harus membuat keputusannya sendiri.

Hal ini bukan berarti langkah Boeing untuk kembali merentangkan sayapnya akan semudah membalikkan telapak tangan. Dua kecelakaan tragis yang dialami Ethiopian Airlines pada 2019 dan Lion Air pada 2018 telah menimbulkan trauma bagi pengguna transportasi udara, khususnya terhadap Boeing 737 MAX.

Kabar terbaru, American Airlines akan menjadi maskapai pertama yang mencoba untuk kembali menerbangkan 'Si Anak yang Hilang'. Perlu diketahui, pesawat terbaru dari Boeing tersebut telah dilarang terbang di seluruh ruang udara dunia selama 20 bulan terakhir sejak Maret 2019.

Chief Operating Officer American Airlines David Seymour berencana melakukan sertifikasi ulang dan mengoperasikan kembali pesawat tersebut secara bertahap mulai awal Desember 2020.

Pada‌ 29 Desember 2020, pihaknya akan melanjutkan penerbangan terjadwal dengan dua penerbangan sehari - atau satu perjalanan pulang pergi dari Miami International Airport (MIA) ke LaGuardia Airport/New York (LGA) - hingga 4 Januari 2021.

Menanggapi hal ini, pengamat penerbangan dari Jaringan Penerbangan Indonesia Gerry Soedjatman maskapai nasional memang akan masih menunggu kebijakan dari Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Regulator nampaknya masih wait and see dan akan merujuk kepada keputusan yang diambil oleh otoritas penerbangan di Eropa terlebih dahulu sebelum ikut memberikan lampu hijau.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top