Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Konsumen mengantre di luar sebuah gerai Nike di Beijing, China, Minggu (20/10/2020). - Bloomberg/Yan Cong
Premium

Ketika China Selamatkan Bisnis Fesyen Global, Siapa Taipan Paling Diuntungkan?

04 Desember 2020 | 14:46 WIB
Besarnya permintaan dari konsumen China terhadap merek-merek fesyen mewah menjadi berkah bagi para konglomerat dunia di industri ini. Siapa taipan fesyen yang kekayaannya terus bertambah?

Bisnis.com, JAKARTA – Hubungan politik China dan Jepang memang tengah memburuk. Namun, perihal pemulihan ekonomi, keterkaitan antara dua negara raksasa Asia ini tampaknya masih sukar untuk diputus.

Buktinya, pulihnya perekonomian China yang berujung membaiknya permintaan sektor fesyen sejak November 2020, menjadi momentum positif bagi perusahaan-perusahaan fesyen asal Negeri Sakura yang punya rantai pasok di China.

Tak terkecuali Fast Retailing Co. Perusahaan ritel fesyen yang menaungi merek-merek macam Uniqlo, J Brand, hingga Theory itu mengklaim telah merasakan peningkatan signifikan dalam penjualannya di China.

Dalam paparan publik baru-baru ini, Fast Retailing bahkan berencana melakukan ekspansi lebih di Negeri Panda, dengan peningkatan jumlah gerai dari 78 menjadi maksimal 3.000.

“Apa yang saat ini terjadi di Jepang menjadi ironi, terutama jika melihat upaya Pemerintah Jepang yang berupaya menjauh dari China,” tutur Xiao Minjie, direktur Ais Capital seperti dilansir Nikkei Asia.

Sentimen tersebut lantas bikin saham Fast Retailing yang diperdagangkan di bursa Jepang mengalami tren kenaikan. Hingga akhir perdagangan Kamis (3/12), saham perusahaan berada di level 87.670 yen.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top