Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Presiden Joko Widodo (kanan) dan Perdana Menteri China Li Keqiang memegang maskot Asian Games 2018,  di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (7/5/2018). - Reuters
Premium

RCEP dan Dekapan Erat China

01 Desember 2020 | 19:35 WIB
Sebagai salah satu peserta RCEP, Indonesia memiliki ketergantungan yang besar terhadap China. Negara tersebut menjadi destinasi ekspor terbesar RI, sekaligus menjadi pemasok barang impor terbesar.

Bisnis.com, JAKARTA – Dominasi China dalam perdagangan global diperkirakan akan semakin kuat dengan keberadaan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP).

Bahkan sebelum perjanjian dagang tersebut diratifikasi para negara peserta, 320 ekspor produk China telah memiliki pangsa pasar di atas 50 persen.

Kinerja ekspor dan manufaktur China pun memperlihatkan kinerja paling tangguh selama pandemi. Biro Statistik Nasional China melaporkan bahwa aktivitas manufaktur pada November 2020 melejit dengan akselerasi tercepat sejak September 2017 di angka 52,1 dari 51,4 pada Oktober.

Sementara dari sisi ekspor, China memiliki kontribusi lebih dari 20 persen dari total nilai ekspor anggota Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) ditambah China.

Kekuatan besar China dalam konstelasi dagang internasional perlu menjadi perhatian khusus bagi Indonesia. Sebagai salah satu peserta RCEP, Indonesia memiliki ketergantungan yang besar terhadap China. Negara tersebut menjadi destinasi ekspor terbesar RI, sekaligus menjadi pemasok barang impor terbesar.

RCEP pun memberi tantangan tersendiri seiring kian terbukanya pasar antara 15 negara peserta. Indonesia harus menghadapi sesama peserta saat akan meningkatkan akses pasar ke China dan harus siap bersaing dengan China kala ingin mengoptimalisasi ekspor ke pasar 13 negara lain.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top