Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pekerja melakukan inspeksi pengangkutan batu bara di atas ban berjalan. - Bloomberg / Dadang Tri
Premium

Historia Bisnis: Tak Lelah Melarutkan Batu Bara Muda

26 November 2020 | 22:09 WIB
Proyek gasifikasi batu bara terus mengemuka dengan nilai investasi triliunan rupiah.

Bisnis.com, JAKARTA – Pengolahan batu bara menjadi gas sintetis atau turunannya terus di upayakan sejak 15 tahun lalu. Pembahasan ini selalu mengemuka ketika harga batu bara tengah tertekana atau melambatnya permintaan.

Saat harga rendah ini lah, beragam proyek raksasa gasifikasi batu bara kembali mengemuka. Bahkan melibatkan negara dengan menawarkan beragam fasilitas kemudahannya.

Dukungan penuh proyek pengolahan batu bara muda ini juga mengemuka saat periode pertama  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Proyek pengolahan batu bara raksasa bekerja sama dengan Accelon Energy System Inc, dari Kanada, diumumkan.

Perusahaan itu menjanjikan mampu membangun dan mengoperasikan pabrik solar sintetis (syntethic diesel) berbahan baku batu bara dengan investasi US$6 miliar setara sekitar Rp72 triliun dengan kurs saat ini.

Proyek itu bahkan sudah memiliki pembeli pasti yakni PT Pertamina (persero). Berapapun produksi yang dihasilkan akan diserap oleh perusahaan minyak milik negara. Saat itu Accelon menjanjikan mampu memproduksi solar sebanyak 28 juta barel per tahun.

Bisnis Indonesia edisi 26 November 2005 merekam komitmen itu dalam tulisan bertajuk ‘Accelon Bangun Pabrik Solar di Kaltim.’

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top