Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pelanggan di salah satu gerai Carrefour pada 2010. - Antara / Rosa Panggabean
Premium

Historia Bisnis: Carrefour, Nasib Pemasok, & Praktik Minus Margin

24 November 2020 | 20:03 WIB
Kala itu Carrefour menjalankan strategi minus margin untuk mempertahankan kepemimpinan harga dibandingkan pesaing.

Bisnis.com, JAKARTA – Bisnis ritel di Tanah Air sangat menarik karena besarnya penduduk Indonesia dan pendapatan perkapita yang terus tumbuh. 

Untuk itu setiap perusahaan ritel menjalankan berbagai strategi agar bisnisnya dapat bertahan dan memenangkan pasar. Strategi khusus ini lah yang dijalankan raksasa ritel dari Prancis, Carrefour.

Carrefour menjalankan kebijakan minus margin kepada pemasok untuk memastikan produk yang disediakan selalu lengkap dan harga yang tidak mungkin disaingi oleh perusahaan ritel lain.

Minus margin adalah model bisnis yang mensyaratkan pemasok tidak menjual kepada peritel lain dengan harga lebih rendah. Dengan model perjanjian ini, Carrefour dipastikan mendapatkan harga terbaik dan pemasok akan kesulitan bernegosiasi dengan peritel lain walau menawarkan penjualan lebih banyak yang memungkinkan penurunan harga jual.

Komisi Pengawas Persaingan  Usaha (KPPU) kemudian menjatuhi sanksi bagi Carrefour atas model bisnis ini. Perusahaan asal Prancis itu melakukan perlawanan. Sanksi KPPU kemudian diajukan banding ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top