Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Sejumlah buruh berunjuk rasa di depan kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (30/9/2020). - ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Premium

Bagaimana Buruh di Negara Berkembang dan Negara Maju Sama-sama Mendamba Upah Layak

19 November 2020 | 14:41 WIB
Persoalan upah minimum buruh rupanya tak hanya terjadi di Indonesia. Negara maju pun mengalami hal serupa.

Bisnis.com, JAKARTA — Keputusan pemerintah membuka ruang bagi provinsi-provinsi untuk tidak menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2021 sempat menuai reaksi keras dari buruh. Demonstrasi besar-besaran terjadi di berbagai wilayah pada awal November ini.

Tak hanya itu, buruh juga mengancam siap mogok masal sebagai bentuk protesnya.

“Aksi-aksi ke depan akan terus kami lanjutkan sesuai konstitusional, terukur, terarah. Aksi ini adalah aksi antikekerasan,” kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dalam pernyataan resminya, beberapa waktu lalu.

Sebagai catatan, dari 34 provinsi di Indonesia, hanya 5 yang menyatakan akan menaikkan UMP 2021. Mereka adalah DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Sisa 29 provinsi lain kompak tak melakukan utak-atik, sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

Tapi, sesungguhnya protes kaum buruh terhadap wacana upah minimum tahun depan bukan cuma marak terjadi di Indonesia. Di negara-negara lain, pergelutan serupa juga tengah dialami kaum buruh.

Di Jepang misalnya. Serikat pekerja terbesar di Negeri Sakura, Konfederasi Serikat Dagang, pekan ini mengumumkan sikap resmi mereka yang mendesak pemerintah menerapkan kenaikan upah minimum secara nasional sebesar 4 persen.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top