Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Perumahan bersubsidi  -  Kementerian PUPR
Premium

Historia Bisnis: Banjir Pailit Perusahaan Properti & Jalan Menyelamatkan Pembeli

09 November 2020 | 14:03 WIB
Sejumlah pengembang dengan proyek prestisius di kota-kota besar Indonesia dibawa kreditur ke pengadilan untuk dipailitkan.

Bisnis.com, JAKARTA - Maraknya pengembang properti yang dijatuhi sanksi pailit oleh pengadilan niaga membuat konsumen semakin rugi. 

Setelah waktu menunggu yang tidak sesuai dengan perjanjian, selanjutnya pembeli masih harus menunggu kepastian pembagian budel pailit dari kurator yang dapat berlangsung bertahun-tahun. 

Untuk itu, Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) meminta perbankan agar utang 2.000 pengembang yang saat itu mencapai Rp70 triliun dikonversikan menjadi penyertaan modal (ekuitas), sehingga penyelesaiannya tidak perlu menggunakan Perpu Kepailitan. 

Permintaan para pengembang ini terjadi seiring ekonomi Indonesia yang mengalami resesi. Bisnis Indonesia edisi 9 November 1998 menurunkan laporan ‘Kewajiban Pengembang Rp70 Trilun, REI: Ubah Utang jadi Ekuitas' untuk menangkap fenomena resesi ekonomi itu. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top