Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pekerja beraktifitas di laboratorium pengujian peralatan listrik di PLN Pusat Standarisasi di Jakarta, Rabu (22/7/2020). PLN selalu menjaga standar dan kualitas dari pasokan listrik kepada masyarakat dengan selalu melakukan pengujian terhadap instalasi kelistrikan, kWh meter, dan seluruh peralatan listrik sesuai standar yang berlaku sebelum di pasang. Bisnis - Abdurachman
Premium

Bagaimana Arah Kebijakan Subsidi Listrik ke Depan agar Tepat Sasaran?

09 November 2020 | 05:44 WIB
Upaya untuk menerapkan kebijakan subsidi tepat sasaran telah dilakukan pemerintah sejak 2015.

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah berencana melakukan transformasi kebijakan subsidi listrik berbasis komoditas menjadi subsidi langsung rumah tangga.  Reformasi ini dinilai perlu agar penyaluran subsidi semakin tepat sasaran.

Realisasi penyaluran subsidi hingga kini belum sepenuhnya tepat sasaran.  Sebanyak 23,9 juta pelanggan rumah tangga dengan daya 450 VA masih mendapatkan subsidi listrik tanpa dilakukan pemadanan data pelanggan berdasarkan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

DTKS digunakan sebagai dasar pemberian subsidi listrik. Data ini berisi 40 persen kelompok masyarakat dengan status sosial ekonomi terendah.

Jika mengacu pada DTKS, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) mencatat setidaknya ada lebih kurang 11,3 juta pelanggan rumah tangga daya 450 VA yang tidak masuk dalam kelompok masyarakat ekonomi terendah atau dengan kata lain tidak berhak menerima subsidi.

TNP2K memperkirakan bila subsidi untuk kelompok rumah tangga daya 450 VA hanya diberikan kepada kelompok miskin dan rentan sesuai DTKS, potensi penghematan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) bisa mencapai Rp10,7 triliun.

Upaya untuk menerapkan kebijakan subsidi tepat sasaran telah dilakukan pemerintah sejak 2015.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top