Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Aktivitas di tambang Freeport, Papua. - Bloomberg/Dadang Tri
Premium

Mundur Maju Proyek Smelter Freeport

30 Oktober 2020 | 05:48 WIB
Freeport: Pembangunan smelter tembaga baru saat ini tidak ekonomis dan merugikan.

Bisnis.com, JAKARTA — Kelanjutan pembangunan smelter tembaga baru yang digarap PT Freeport Indonesia di Gresik, Jawa Timur, hingga kini masih belum jelas.

Setelah mengajukan relaksasi target waktu penyelesaian pembangunan, kini PT Freeport Indonesia (PTFI) mempertimbangkan alternatif lain sebagai pengganti pembangunan smelter baru.

Freeport tengah membangun smelter tembaga baru sebagai kesepakatan perpanjangan operasi dalam bentuk izin usaha pertambangan khusus (IUPK).  Namun, sejak 2018 hingga per September 2020, perkembangan pembangunan smelter di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur, tersebut baru mencapai 5,86 persen. 

Adapun, hingga Agustus 2020, total investasi smelter yang telah dikucurkan mencapai US$303 juta.

Proyek tersebut direncanakan memiliki kapasitas input sebesar 2 juta ton konsentrat tembaga per tahun dan terintegrasi dengan fasilitas precious metal refinery (PMR) dengan kapasitas 6.000 ton lumpur anoda per tahun.

Pada April 2020, PTFI mengajukan permohonan penundaan pembangunan smelter selama 12 bulan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.  Terhambatnya mobilisasi pekerja dan kontraktor internasional akibat dampak pandemi Covid-19 menjadi alasan penundaan diajukan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top