Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi - Pekerja berjalan di trotoar Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (8/4/2020). Paket deregulasi bertujuan mendatangkan investasi baru untuk mempercepat pembangunan - ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Premium

Historia Bisnis: Tambahan Kuasa Pak Bupati untuk Menarik Investasi

26 Oktober 2020 | 15:23 WIB
Pada Pakto '93 deregulasi yang diusung adalah memberi kewenangan lebih luas untuk bupati dan walikota.

Bisnis.com, JAKARTA - Omnibus law Cipta Kerja yang ditetapkan 5 Oktober lalu akan otomatis berlaku dalam 30 hari sejak disahkan meski belum ditandatangani Presiden Joko Widodo. Artinya paling lambat pada pekan depan, aturan anyar ini sudah menjadi undang-undang.

Aturan yang diberi nama Undang-undang Cipta Kerja ini diyakini menjadi daya tarik investasi bagi investor asing karena mengusung semangat deregulasi dan kemudahan berusaha. Bahkan target 3 juga lapangan baru setiap tahun di atas kondisi normal dibebankan atas undang-undang ini. 

Meski begitu suara-suara penolakan oleh kalangan pekerja dan mendapat pertentangan oleh sejumlah kepala daerah masih terdengar. Pasalnya aturan deregulasi ini memangkas sejumlah wewenang kepala daerah dan ditarik ke pusat. 

Namun, semangat deregulasi yang sama juga diluncurkan pemerintah 27 tahun lalu melalui Paket Deregulasi 23 Oktober 1993 (Pakto '93) saat era Presiden Soeharto. Dalam deregulasi kala itu, kewenangan justru diserahkan ke daerah dan mengurangi peran pemerintah pusat.

Dalam Bisnis Indonesia edisi 26 Oktober 1993 itu dengan judul ‘Sanyoto Jamin Kesiapan Aparat Dati II dalam Melaksanakan Pakto ‘93’ itu Menteri Negara Penggerak Dana Investasi/Kepala BKPM Sanyoto Sastrowardoyo mengaku optimis aturan baru ini akan lancar dilaksanakan karena telah memberikan pengarahan kepada pimpinan tingkat II atau bupati dan walikota. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top