Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Serang pekerja mengisi air bersih ke dalam jerigen untuk dijual di Muara Angke, Jakarta. - Antara / Dede Rizky Permana.
Premium

Historia Bisnis: Swastanisasi Air Jakarta Bernilai US$1 Miliar

19 Oktober 2020 | 15:47 WIB
Pengambilalihan pengelolaan air dari swasta oleh Pemerintah Jakarta dijanjikan oleh Gubernur era Joko Widodo, Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama hingga Anies Baswedan.

Bisnis.com, JAKARTA - Pengelolaan air oleh swasta di Jakarta terus memantik perdebatan dalam janji politik. 

Tiga Gubernur DKI Jakarta mulai dari Joko Widodo, Basuki Tjahaja Purnama, hingga Anies Baswedan menempatkan isu air minum bagi warga Jakarta ini sebagai janji politiknya. 

Joko Widodo dan Basuki Tjahaja menyiapkan skema business-to-business melalui akuisisi saham Palyja dan Aetra oleh BUMD PT Jakpro. Namun opsi ini urung terjadi meski dana sudah diletakkan ke Jakpro karena adanya gugatan ke Palyja. 

Sementara Gubernur Anies mengumumkan memilih langkah perdata untuk nasionalisasi air bagi warga Jakarta itu. Nasionalisasi pengelolaan air di Jakarta ala Gubernur Anies ini memiliki 3 opsi yakni membeli saham kedua perusahaan seharga Rp1,3 triliun untuk Palyja dan Rp650 miliar untuk Aetra. 

Dampak ikutannya, utang kedua perusahaan menjadi tanggung jawab pembeli. Aetra saja memiliki utang Rp2,1 triliun per 2019. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top