Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Penataan regulasi melalui RUU Cipta Kerja untuk peningkatan investasi dan penciptaan lapangan kerja.  - Antara
Premium

Beragam Versi Draf Omnibus Law, Ada Potensi Pelanggaran dan Cacat Formal?

16 Oktober 2020 | 13:05 WIB
Perbedaan versi draf Omnibus Law UU Cipta Kerja dan jumlah halaman tersebut hanya dipicu pembenaran redaksional dan perubahan margin halaman.

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah serangkaian drama, pada Selasa (13/10/2020), DPR memastikan draf Omnibus Law UU Cipta Kerja yang tepat dan dikirimkan ke presiden adalah draf versi 812 halaman.

Yang kemudian menuai pro-kontra, pengecekan metadata menunjukkan bahwa dokumen setebal 812 halaman tersebut baru dibuat pada Senin (12/10/2020).

Padahal, draf Omnibus Law sudah diketok palu DPR seminggu sebelumnya, alias pada 5 Oktober 2020 dan, sejak saat itu pula, beredar 4 versi dokumen yang dibuat dalam rentang waktu berbeda-beda.

Draf yang pertama beredar, yakni versi 905 halaman, tercatat dibuat pada 5 Oktober 2020 pukul 09.42 WIB bila mengacu pada metadata. Sementara naskah versi 1052 halaman dan versi 1035 halaman yang menambah kesimpang siuran masing-masing dibuat pada 9 Oktober dan 12 Oktober 2020.

Wakil Ketua DPR Fraksi Golkar Azis Syamsudin berkata perbedaan versi dan jumlah halaman tersebut cuma dipicu pembenaran redaksional dan perubahan margin halaman.

“Sehingga besar tipisnya, yang berkembang ada 1.000 sekian, ada tiba-tiba 900 sekian, tapi setelah dilakukan pengetikan final berdasarkan legal drafter ditentukan dalam kesekjenan dan mekanisme, total jumlah pasal dan kertas halaman hanya sebesar 812 halaman,” kata Azis saat konferensi pers Selasa (13/10/2020).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top