Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Sebuah purwarupa mobil listrik mengisi daya di bawah panel surya di dekat kantor pusat Contemporary Amperex Technology Co. (CATL) di Ningde, Fujian, China, Rabu (3/6/2020). - Bloomberg/Qilai Shen
Premium

'Gotong Royong' Lintas Negara Produksi Baterai Mobil Listrik

15 Oktober 2020 | 20:24 WIB
Produsen baterai mobil listrik asal China dan Korea Selatan disebut telah sepakat ikut serta dalam proyek pengembangan baterai Electric Vehicle (EV) di Indonesia. Siapa lagi pihak-pihak yang diajak serta dan bagaimana prospeknya?

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah perusahaan asal China dan Korea Selatan menyatakan ketertarikannya untuk ikut serta dalam proyek baterai kendaraan listrik bernilai miliaran dolar AS di Indonesia, sekarang giliran perusahaan asal Jepang yang diajak ikut serta "bergotong royong" dalam proyek yang sama.

Dalam keterangan resmi, Rabu (14/10/2020), Kementerian BUMN mengatakan dua produsen Electric Vehicle (EV) battery untuk kendaraan listrik terbesar dunia yaitu Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) dari China dan LG Chem Ltd. dari Korea Selatan (Korsel) telah mengisyaratkan keinginan bergabung dalam proyek pengembangan rantai pasok nikel tersebut.

Kedua perusahaan ini disebut telah menandatangani perjanjian awal (Head of Agreement/HoA) dengan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) untuk proyek baterai senilai US$12 miliar di Indonesia. Namun, angka ini bisa saja berubah hingga US$20 miliar jika produk turunannya ternyata lebih beragam.

"Ini sebuah angin segar. Usaha Indonesia yang memiliki kekayaan tambang berlimpah untuk melakukan penghiliran industri minerba langsung mendapat respons bagus dari investor asing," papar Menteri BUMN Erick Thohir.

Dia menilai isyarat tersebut menjadi bukti bahwa kebijakan Indonesia sudah tepat. Kementerian BUMN optimistis dengan masuknya investasi luar negeri, aspek keberlanjutan akan terus berkembang dan Indonesia makin kuat dalam daya saing mendukung ketahanan energi.

Respons dari CATL dan LG Chem muncul segera setelah 20 persen saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) selesai dialihkan kepada PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) alias Mining Industry Indonesia (MIND ID). INCO digadang-gadang sebagai perusahaan dengan aset nikel terbesar di dunia, sedangkan MIND ID merupakan Holding BUMN di industri mineral dan batu bara (minerba).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top