Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Kunjungan Menteri Perindustrian dalam rangka meninjau penerapan protokol kesehatan di lingkungan pabrik dan pelaksanaan Izin Operasionalitas dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI). Kemenperin
Premium

Masuk Kuartal IV, Pabrikan Pastikan 2020 Jadi Pengalaman Buruk

13 Oktober 2020 | 19:12 WIB
Mengembalikan sekitar 5-6 bulan permintaan yang hilang dalam 90 hari dinilai tidak mungkin dilakukan oleh pelaku industri. Alhasil, sebagian industri manufaktur telah memastikan performa produksi pada 2020 akan jauh lebih rendah dari 2019.

Bisnis.com, JAKARTA - Mengembalikan sekitar 5-6 bulan permintaan yang hilang dalam 90 hari dinilai tidak mungkin dilakukan oleh pelaku industri. Alhasil, sebagian industri manufaktur telah memastikan performa produksi pada 2020 akan jauh lebih rendah dari 2019.

Dari catatan Bisnis, industri kabel listrik memiliki dampak terburuk dari pandemi Covid-19 secara presentasi, walaupun dampaknya secara tidak langsung. Asosiasi Produsen Kabel (Apkabel) meramalkan volume produksi sepanjang 2020 akan anjlok setidaknya 50 persen dari realisasi 2019.

Sementara itu, industri daging olahan mencatatkan penurunan permintaan terbesar pada salah satu pasarnya selama pandemi. National Meat Producer Association (Nampa) mendata permintaan daging olahan dari usaha restoran turun hingga 60 persen selama pandemi dibandingkan bulan normal.

Gabungan Pengusaha Elektornika (Gabel) mendata volume produksi produk elektronika hingga akhir kuartal III/2020 baru mencapai sekitar 60-70 persen dari realisasi periode yang sama tahun lalu. Adapun, asosiasi memastikan keadaan tersebut akan bertahan hingga akhir 2020.

"Total 1 tahun hampir bisa dipastikan [pertumbuhan volume produksi] negatif. Memang besar [penurunannya]. Tahun ini sebagian besar [pabrikan] akan mengalami kerugian," kata Sekretaris Jenderal Gabel Daniel Suhardiman kepada Bisnis akhir pekan lalu.

Berdasarkan data Gabel, mendata utilisasi industri elektronika pada kuartal II/2020 merosot sebesar 30-60 persen dari posisi kuartal I/2020 karena rendahnya permintaan pasar.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top