Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi - Suasana pusat perbelanjaan di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Minggu (7/6/2020). Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyatakan pada masa pandemi COVID-19 omzet penjualan peretail hilang 85 persen hingga 90 persen, terutama pada gerai-gerai yang berada dalam mal dan terdampak penutupan akibat PSBB. - ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Premium

Historia Bisnis: Hypermarket The ClubStore Tutup 3 Gerai

13 Oktober 2020 | 22:00 WIB
Perusahaan hypermarket lokal The ClubStore akhirnya menyerah dan memilih menutup sejumlah gerai akibat tekanan bisnis.

Bisnis.com, JAKARTA – Gejolak ekonomi yang menekan daya beli masyarakat secara langsung memukul perusahaan ritel. Terutama mereka yang mengoperasikan toko dengan luasan ribuan meter (hypermarket). Biaya pemeliharaan menjadi sangat besar.

Saat yang sama, langkah pesaing yang memiliki modal besar melakukan promo diskon jor-joran, membuat pembeli yang tak lagi ramai jadi semakin sedikit.

Tekanan kondisi ini juga yang akhirnya membuat The ClubStore, menutup gerai hypermarket yang dimiliki. The ClubStore adalah hypermarket di bawah PT Mutiara Ritel Inti Wira. Peritel yang 100% modalnya milik pengusaha lokal. Konglomerasi ini dalam catatan The Wall Street Journal dikendalikan oleh Eka Hadi Djaja. Direktur pada konglomerasi PT Wicaksana Overseas International Tbk. (WICO).

Cerita penutupan hypermarket ini menjadi bahasan Bisnis Indonesia edisi 13 Oktober 2005 dengan laporan ‘Tiga hypermarket The ClubStore tutup’.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top