Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Suasana di salah satu pabrik perakitan motor di Jakarta, Rabu (1/8/2018). Bisnis - Abdullah Azzam
Premium

Genjot Pemulihan Ekonomi, Apa Kabar Negosiasi Dagang RI?

05 Oktober 2020 | 21:07 WIB
Peluang peningkatan ekspor ini perlu dibarengi oleh sejumlah policy adjustment dalam negeri misalnya iklim usaha yang bersahabat, sinkronisasi berbagai kebijakan nasional, penguatan infrastruktur, dan modernisasi alat-alat produksi.

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah mencatatkan progres signifikan dalam pembahasan pakta dagang dan percaya diri 3 perundungan akan rampung tahun ini.

Namun, kemajuan yang dialami pemerintah tersebut masih memiliki pekerjaan rumah besar, yakni policy adjustment dalam negeri. 

Mengacu kepada informasi Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang diperoleh Bisnis, seluruh perundingan akses pasar dan isu-isu teknis telah berhasil diselesaikan oleh ke-15 negara peserta RCEP, dan 2 perjanjian lainnya ditargetkan rampung sebelum 2021.

Ketiga perundingan tersebut, antara lain Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA), dan, Indonesia-Tunisia Preferential Trade Agreement (IT-PTA).

Sekretaris Ditjen Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Moga Simatupang mengungkapkan masing-masing pakta berpotensi menaikkan ekspor dalam negeri.

"Untuk Indonesia-Korea CEPA, potensi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 4,4 persen serta peningkatan kesejahteraan senilai US$10,6 miliar. Kemudian, Indonesia-Tunisia PTA berpotensi menaikkan ekspor sebesar US$12 Juta di tahun pertama setelah disahkan," ujarnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top