Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pekerja berjalan di trotoar Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (8/4/2020). - ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Premium

Kartu Prakerja Laris Manis, Seberapa Mendesak Kuotanya Ditambah?

01 Oktober 2020 | 21:31 WIB
Pemerintah menyatakan kuota Kartu Prakerja sudah terpenuhi seluruhnya di Gelombang 10. Benarkah pesertanya tak perlu ditambah lagi?

Bisnis.com, JAKARTA — Saat mendengar pembukaan gelombang pertama Kartu Prakerja, Kiki Aditya (24) termasuk dalam kelompok masyarakat yang antusias untuk ikut serta.

Desainer grafis freelance asal Jakarta Timur itu menilai program itu bisa membantunya menambah ongkos bertahan hidup di tengah penurunan pelanggan selama 4-5 bulan terakhir. Seperti halnya jutaan warga Indonesia lainnya, kondisi sulit dialaminya sejak pandemi Covid-19 datang.

Selain pelatihan daring, program yang diinisiasi Kementerian Sosial ini memang menawarkan insentif tunai senilai total Rp2,4 juta. Pencairannya dilakukan setelah peserta mengikuti pelatihan sesuai ketentuan.

“Sebenarnya sih [Kartu Prakerja] emang kelihatan biasa banget pelatihannya. Tapi, saya mendaftar karena berpikir bantuan tunainya akan bisa menolong sekali,” terang Kiki kepada Bisnis, Kamis (1/10/2020).

Dia lantas mendaftar pada 11 April 2020, tepat pada hari pertama gelombang pertama dibuka. Apesnya, dia gagal lolos seleksi.

Tak mau menyerah, Kiki mencoba mendaftar di setiap gelombang berikutnya. Namun, hingga gelombang kesembilan, dia selalu mendapat teks merah di laman pengumuman, yang menandakan bahwa permohonannya lagi-lagi ditolak.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top