Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pekerja memeriksa produk minyak pelumas dalam kemasan botol di Production Unit Jakarta Pertamina Lubricants. - Antara / M Agung Rajasa
Premium

Indeks Manufaktur Indonesia Turun, Tersengat PSBB Jakarta Jilid 2

01 Oktober 2020 | 08:15 WIB
Indeks Manufaktur di Asia Tenggara bergerak beragam dalam survei IHS Markit yang dirilis 1 Oktober 2020. Bagaimana kinerja industri Indonesia dibanding negara kawasan?

Bisnis.com, JAKARTA - Survei dari IHS Markit akan kondisi industri di Asia Tenggara kembali menunjukkan tren melemah.

Setelah keyakinan pelaku industri dalam survei yang diumumkan awal September 2020 dengan indeks 49. Pada awal Oktober 2020 ini, IHS Markit menemukan keyakinan industri menjadi 48,3.

IHS Markit menggunakan patokan 50 untuk menentukan angka netral. Angka di bawah 50 menunjukan pelemahan kinerja industri. Sedangkan di atas 50 mengindikasikan terjadi ekspansi dalam industri.

Survei daya saing manufaktur di Asia Tenggara ini dilakukan oleh IHS Markit pada 11-24 September 2020. Terdapat 7 negara yang yang disurvei dalam indeks ini.

"Hanya dua dari tujuh negara yang disurvei dengan PMI di atas batas 50. Ini menunjukkan kondisi penuh tantangan ke depan," kata ekonom IHS Markit Lewis Cooper dalam rilis yang dikeluarkan 1 Oktober 2020.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top