Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Seorang pekerja proyek konstruksi gedung masih beraktivitas meskipun hari menjelang malam di Jakarta, beberapa waktu lalu. - Bisnis
Premium

Kontraktor, yang Bertahan dan Bertekuk Lutut Dihajar Pandemi

28 September 2020 | 10:37 WIB
Kontraktor lokal harus mampu memenuhi kebutuhan dan standar dari berbagai proyek konstruksi asal luar negeri.

Bisnis.com, JAKARTA — Pandemi Covid-19 menjadi momen yang penuh tantangan bagi para pengusaha di semua sektor, termasuk kontraktor bidang jasa konstruksi. Namun, ada nasib yang berbeda antara kontraktor asing dengan lokal dalam menghadapi dampak virus Corona.

Data Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Nasional menyebutkan bahwa sampai 7 Agustus 2020 mencatat jumlah kontraktor badan usaha umum nasional mencapai 127.903 dan kontraktor badan usaha spesialis nasional sebanyak 6.154.

Sementara itu, kontraktor badan usaha umum asing berjumlah 210, kontraktor badan usaha umum penanaman modal asing tercatat 178, serta kontraktor badan usaha spesialis penanaman modal asing sebanyak 15. Negara asal kontraktor asing di Indonesia didominasi China, Jepang, dan Korea Selatan.

Dari data itu, jumlah kontraktor asing yang beroperasi di Tanah Air hanya sekitar 0,1 persen dibandingkan dengan total kontraktor lokal. Namun, para kontraktor asing ini umumnya menggarap proyek pinjaman luar negeri dengan persyaratan yang ketat terkait dengan investasinya di Indonesia.

Kontraktor asing saat ini rerata menggarap proyek skala besar atau nasional, dan tidak masuk pada proyek skala menengah kecil, serta proyek dari pemerintah daerah melalui APBD.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top