Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Truk diparkir di tambang terbuka tambang tembaga dan emas Grasberg di dekat Timika, Papua, pada 19 September 2015. - ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Premium

HISTORIA BISNIS: Dulu, Freeport Indonesia Ngotot Bangun Smelter. Kenapa?

21 September 2020 | 15:46 WIB
Freeport Indonesia, pada 26 tahun lalu, meminta pemerintah mengizinkan pembangunan smelter tembaga. Perusahaan bersedia menggunakan kas internal.

Bisnis.com, JAKARTA - Proses pemurnian tembaga oleh Freeport Indonesia bukan cerita baru. 26 tahun lalu, justru Freeport yang ngotot membangun smelter untuk pemurnian di Gresik, Jawa Timur.

Bisnis Indonesia edisi 21 September 1993 menurunkan laporan 'Freeport Tidak Berniat Menarik Aplikasi Proyek Peleburan Tembaga". Ngototnya Freeport membangun smelter di Gresik bahkan dinyatakan oleh Direktur Utamanya kala itu dengan menggunakan kas perusahaan.

"Aplikasi yang sudah diajukan ke BKPM [Badan Koordinasi Penanaman Modal] tidak akan kami tarik. Bahkan, kabar terakhir yang kami terima berkas [proposal pembangunan smelter]  tersebut sudah disampaikan ke Sekretariat Negara," kata Presiden Direktur Freeport Indonesia Hudiatmo Hoed, kepada Bisnis.

Pernyataan Hudiatmo ini seiring berhembusnya kabar pembangunan smelter jadi tidak menentu akibat mundurnya mitra pembangunan, Metallgesellschaft AG (MG).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top