Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Petugas sedang melakukan pengecekan di sebuah pembangkit listrik tenaga surya. - Istimewa/PLN
Premium

Asumsi Konsumsi Listrik Terkoreksi, Pembangunan Pembangkit Dievaluasi

20 September 2020 | 06:00 WIB
Paradigma pembangkit termal merupakan pembangkit paling andal dan murah perlu ditinjau ulang sebab harga EBT sekarang ini sudah makin turun. 

Bisnis.com, JAKARTA — PT PLN (Persero) mengasumsikan pertumbuhan konsumsi listrik dalam 10 tahun ke depan terkoreksi di angka 4,05 persen.  Proyeksi ini merupakan skenario moderat dalam draf Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2020—2029 pascapandemi Covid-19. 

Dalam skenario pesimistis, pertumbuhan konsumsi listrik bahkan diasumsikan hanya mencapai 3,65 persen. Proyeksi ini turun signifikan dibandingkan dengan asumsi yang digunakan dalam RUPTL 2019—2028 yang ditetapkan sebesar 6,42 persen.

Sebelum merebaknya Covid-19, pertumbuhan konsumsi listrik sempat diproyeksikan dapat mencapai 5,17 persen. 

Proyeksi pertumbuhan konsumsi listrik tersebut sejalan dengan angka pertumbuhan ekonomi. 

Hasil kajian PLN bersama Universitas Gadjah Mada memproyeksikan rata-rata pertumbuhan ekonomi selama 10 tahun ke depan dalam skenario moderat hanya mencapai 4,59 persen dari sebelumnya diperkirakan bisa mencapai 5,17 persen.

Dalam penghitungan skenario moderat ini, perekonomian pascapandemi diasumsikan pulih dalam waktu 2 tahun atau kembali mencapai rata-rata di angka 5 persen pada 2022.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top